assalamualaikum
sobat kali ini saya akan sedikit menerangkan tentang tassawuf. Dalam tassawuf sbgai usaha meningkatkn tabir (hijab) yang membatasi diri dngan Tuhan, oleh para ahli tassawuf telah di susun suatu sistim yang dapat d pergunakan untk riyadhotun nafsi dalm rangka mencapai tujuan musyahadatillah. Sistem ini merupakan dasar didikan dalam riyadho bagi para sufi pada tahap awal yg semuanya tersusun 3 tingkat yg d namakan ,
TAKHALLI, TAHALLI, TAJALLI TAKHALLI
takhalli adlh membershkan diri dr sifat tercela,kotoran hati, ma'siat lahir dan maksiat batin, bagi sufi pemula pertama tama diharuskan membersihkan diri dan melepas diri dari sifat tercela dasar dari ajaran tassawuf tentang takhalli ini dalam firman Allah, QOD AFLAHA MANZAKKA HAA WAQOD KHOOBA MAN DASSAAHA Artinya: sesungguhnxa orang yang mensucikan jiwanya dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinxa. (AS SYAMS.9-10 Mensucikan diri dari dosa lahahir menurut pandangan tassawuf ada 7 anggota badan yang membuat dosa disebabkan maksiat yaitu.
1. Mulut yg bs berdusta dan ghoiba
2. Mata yng bs melihat yg haram.
3. Telinga yg bs mendengar cerita bohong.
4. Hidung yg bs menimbulkan berbuat maksiat.
5. Tangan yg bs merusak. 6. Kaki yg bs berjalan berbuat maksiat.
7. Kemaluan yg bs di isi dengan brang haram TAHALLI tahalli ialah mengisi diri dengan sifat2 terpuji menyinari hati dngan taat lahir dan batin. Tahalli ini dilakukan setelah manusia membersikan diri dari hal hal yg mengotori jiwanya dngan bermacm2 sifat tercela dan maksiat dan selanjutnxa di barengi dngan penyinaran hati agar hati yg kotor dan gelap akan menjadi bersi dan terang. Dalam dsar dari tahalli firman Allah. "INNALLAHA YA'MURU BIL ADLI WAL INSAANI WA ITAA IDILQURBAA WAYANHAA ANILFAHSHAA I WALMUNKARI WALBAGHI YA IDHUKUM LA ALLAKUM TADHAK KARUNA. Artinya sesungguhnxa Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan bfrbuat kebijakan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari berbuat keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (An nahl.90) TAJALLI tajalli ialah merasakan akan rasa ketuhanan yg sampai mencapai kenyataan Tuhan. Arti tajalli menurut drs musthofa yari , adalah lenyapnya/hilangnya hijap dari sifat2 kebasyariaan, jelasnya Nur yg selama ini ghoib, fana'nya/lenyapnya segala yg laen ketika nampaknxa wajah allah dasar tajalli ialah dalam firman Allah "ALLAHU NUURUUSSAMAA WAATI WALARDHI. Artinya_ Allah itu cahaya langit dan bumi . (Ann ur.35) TAJALLI dibagi 4 yaitu. Tajalli afal, tajalli asma' tajali sifat, tajalli zat a. Tajalli af'al tajallinya allah dalam af'alnya ialah ibarat dari pengliatan dimana seorang hamba melihat pada nya berlaku qudrat allah pada sesuatu ketika itu ia melihat tuhan, maka tiadalah fi'il bagi sang hamc. Gerak dan diam serta isbat adalah allah semata, b. Tajalli asma tajalli asma ialah fananya seorang hambanya daripada dirinya dan bebasnxa daripada genggaman sifat2 kebaharuan dan lepasnxa ikatan daripada dirinya awau tubuh kasarnya, ketika itu ia fana kedalam baqoknya Allah karena telah sucinya dari sifat2 kebaharuan. Bahwa sesungguhnxa tajalli asma ,sbnarnya tiada yg di lihat kecuali zatussarfi dan bukanya melihat asma. c. Tajalli sifat tajalli sifat menurut kitab insanul kamil adalah , tajalli shifat adalah ibarat penerima tubuh seseorang hamba Allah berlaku sifat dngan sifat ketuhanan, sesuatu penerimaa asli dan ketentuan pasti" d. Tajalli zaat tajali zaat menurut kitab insanul kamil," perlu di ketahui ,bhwa yat itu adlah ibrat dimana bertempat kurnia ketuhanan. Manakala Allah menghendaki terjadinya tajali atas hambanxa dimana hambanxa itu telah memfanakan dari pada dirinya maka bertempatlah padanya, kurnia ketuhanan, demikianlah kurnia/adakalanxa sebagai kurnia zat,maka disitulah terjadi menjadi "TUNGGAL YANG KAMIL / SEMPURNA" maka dengan fana'nya diri hamba, maka yg tnggal ialah yg baqo/zatullah. Dalam pada ini hamba telah berada dalam situasi masiawallah, yakni dalam wujud allah semata."LAA MAU JUDA ALAL ITH LAAQI ILLAALLAHU," Tiada wujud secara mutlaq kecuali allah, penulis by edy winarno tanks, ust.drs.MOH. Saifullah al aziz senali